Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label hikmah

Mengapa bertawasul ?

Pertanyaan ini muncul saat aku kembali menginjakkan kaki di pesantren tahun 2016. Kembali menjadi  santri nyatanya adalah pilihan yang disetujui orang tua selepas sarjana. Terlepas ingin merasakan euforia pengalaman bekerja maupun proyek, aku menjalani peran santri ini dengan belajar telaten melapangkan hati. Rupanya, hari-hari menjadi santri di umur yang kata orang adalah quarter life crisis tidak mudah. Setiap hari selama sebulan masih menangis, bertanya ke diri sendiri apakah ini jalan yang benar ? meyakinkan diri sendiri untuk bersikap lapang dan berdoa agar waktu disini menjadi bermanfaat kelak.  Bahkan setiap keluarga berkunjung menjenguk, aku masih menguatkan diri. Rutinitas pesantren ini berbeda dengan pesantrenku sebelumnya. Budaya bersarung, berbahasa krama, berjalan mundur menggunakan lutut dan menunduk saat bertemu guru sangat terasa. Dalam suatu kajian, aku memahami bahwa ternyata ini adalah cara untuk menghormati guru, sang pembawa ilmu bagi muridnya. ...