Langsung ke konten utama

Postingan

siklus yang harus diputus

Menuju tiga puluh tahun menjalani kehidupan (ga ada apa-apanya juga sama suhu dan profesor di luaran sana) tapi let me write , about what my brain crowded . 1. Memperbanyak anak untuk berharap ada "yang kembali" ke orang tua No, let say bakti kepada orang tua adalah esesnsial memiliki anak? Semoga ngga gitu ya niat untuk berkeluarga. membesarkan anak ya let them growing up with their passion . terus jadi mikir sama doa "semoga anaknya jadi penyejuk dan kebanggaan orang tua" rupanya berat juga lo jadi penyejuk. Cantik engga, akhlak juga senewen terus krn masak gaada yang makan. Giliran ga masak, asam lambung jadi naik. Padalan juga uda nanya mau dimasakin apa dan literally sudah masak menu itu tapi tetep aja mubadzir. Mungkin perlu dikoreksi lagi volumenya ya, Bad. Kalo masak tuh porsi kecil aja. 2. Keuangan yang ngga mandiri Yha, i know bangun rumah mahal-nabung haji furoda pun. jadi kepikir di umur berapa anak bisa mulai dilatih untuk minimal tahu uangnya mau d...
Postingan terbaru

Yang perlu dibawa untuk umroh

 Dapet panggilan Allah untuk langsung dipeluk itu rasanya senang sekali. Gamau lama-lama prepare langsung masukin gamis simpel, nyaman dan pengen cepet sampai hehe. Bagian menata hati yang perlu diasah jauh hari bahkan pas di titik jatuh. Here we go , apa saja yang perlu disiapkan untuk sowan Rasul dan ibadah ke Haramain. Tips ini bisa dikembangkan lagi sesuai kebutuhanmu, ya.  1. Bawa buku doa. Karena dapet panggilan, rasanya mau curhatin segala kehidupan. membawa buku curhat, hizb/majemuk/ratib yang biasa dibaca di keseharian sangat membantu untuk kembali merenungi apa yang dicari di dunia yang fana. Psst, bagi kalian yang bingung gaada rutinan dzikir, bisa download aplikasi Ba'alwi. Disitu lengkap banget doa tahajud, dhuha, diba' bahkan bacaan tawaf disertai artinya bikin meleleh pas memahami. Beberapa bacaan disertai arti, jadi makin mengingatkan diri kalo kita ini memang perlu banget menghamba. Selain berdoa, berharap dan bercerita, juga bisa murajaah langsung di depan Ka...

menyiapkan ketidakpastian

Semakin bartambah umur ini memahami bahwa prioritas adalah dimana peran dan tanggung jawab harus diselesaikan sesuai urutan. Jika hidup terbagi dua tujuan (akhirat dan dunia), maka dahulukan akhirat. Memutuskan menikah pun, bukan berati mengesampingkan akhirat. Begitu sebaliknya. Semoga niat-niat yang hanya diri sendiri dan Allah yang paham ini, Allah buat romantis dan mampukan untuk mencapai ridaNya. Aamiin. Menyiapkan ketidakpastian bukan melulu buang waktu. menyiapkan SKD, TPA, IELTS cukup menguras energi, waktu dan uang, haha. Untuk semangat yang naik turun ini, semoga terus ditancapkan di diri, goalsnya apa. Esensinya apakah hanya sekedar gengsi atau untuk mencari kebermanfaatan. Menyiapkan ketidakpastian seyogyanya tidak meninggalkan asas iman, islam dan pancasila. Menyiapkan ketidakpastian bukan untuk sekedar mengisi waktu kosong tapi untuk menjadi ummat Rasul, yang minimal tidak merugikan diri dengan maksiat yang diperbuat sengaja maupun tidak.  Yang minimal jadi l...

missing Koridor L

Well, merindukan tempat dan ruang kadang bikin sedih (?). Perpindahan tempat sepatutnya tak mengubah diskusi serius dan candaan konyol kami. Namun, segala tugas mendadak nyatanya membuat kami adaptasi dan terus bertumbuh dengan tempaan lingkungan. Bagaimanapun misi kami, semoga aturan tetap pada syariat dan kami enjoy menjalaninya (sori, menjadi enjoy memang terkadang harus dipaksa bukan?). Jalani hari-hari dengan semangat ya, waktu takkan terulang. beri yang terbaik yang kamu mampu usahakan. Semangat!

Yang mestinya disampaikan

 Dari beberapa banyak perjumpaan pekerjaan, pertemanan, dan keluarga. Akan ada aktivitas prioritas untuk mencari jawaban permasalahan atau sekedar saling guyub dan menghormati. Mestinya kamu cukup mendengarkan dengan seksama tanpa memotong, cukup memberi saran jika diminta 

tiga semester

Dulu, dalam kajian tafsir bada subuh (yang tentu saja aku mengantuk dan berat menahannya). Buya Misbah ( allahu yarham ) selalu tegas untuk berperilaku amar ma'ruf nahi munkar. Bercerita tentang sifat munafiq bani Israil, bagaimana menjaga kesucian dan makan-minum yang halal sampai memberi PR yang menurutku sekarang masuk akal untuk diambil hikmahnya.  Dulu, saat Rohingya diusir dari tanahnya sendiri. Beliau berdiri terdepan melobi pemerintahan untuk membantu menampung dan merawat beberapa rombongan yang tiba berlayar di pesisir kenjeran. Tiga semester hidup di kamar itu memberi pelajaran bahwa: 1. Manusia tetaplah manusia. yang memiliki amarah sesaat. masalah usai juga bisa kembali bercanda dan usil 2. Melakukan hobi dan memliki goal  ( ghirah ) membuat diri bisa terukur untuk menjadi lebih baik 3. Mandi boleh dirapel sekali sehari untuk mnghemat air, wkwk lha 4. S kill bertahan hidup terasah: memasak -menanak nasi menggunakan dandang, ngulek bumbu porsi untuk 32 orang/d...

Tentang Cinta dan Pengungkapan

  Dari kisah “Kepada Muinuddin Parwana” dalam buku Surat-Surat Rumi. Sebuah buku yang menghimpun surat yang ditulis oleh Rumi untuk banyak orang (para pejabat, amir, murid, sahabat, keluarga bahkan guru spiritualnya Syams Tabrizi). Rumi yang tak sungkan mengungkapkan cinta, nasihat, teguran bahkan meminta pertolongan kepada elite pemerintahan agar memperhatikan masyarakat kecil dan para darwis.  *** Ketika sedang duduk di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari arah pintu masjid. Salah seorang sahabat berkata kepada nabi, “Wahai Rasulullah, aku mencintai orang ini yang baru datang.” Rasulullah bersabda, “Berdirilah dan beritahu dia tentang rasa cinta itu.” Seandainya ada penyakit riya’ dalam mengungkapkan rasa cinta ini, niscaya (Rasulullah) manusia yang melihat hal-hal kecil di dalam semesta tidak akan mengeluarkan fatwa tentang perlunya memberitahu rasa cinta di hati. “Barang siapa mencintai seseorang maka ungkapkanlah” Begitulah, sang raja para amir ad...