Menuju tiga puluh tahun menjalani kehidupan (ga ada apa-apanya juga sama suhu dan profesor di luaran sana) tapi let me write, about what my brain crowded.
1. Memperbanyak anak untuk berharap ada "yang kembali" ke orang tua
No, let say bakti kepada orang tua adalah esesnsial memiliki anak? Semoga ngga gitu ya niat untuk berkeluarga. membesarkan anak ya let them growing up with their passion. terus jadi mikir sama doa "semoga anaknya jadi penyejuk dan kebanggaan orang tua" rupanya berat juga lo jadi penyejuk. Cantik engga, akhlak juga senewen terus krn masak gaada yang makan. Giliran ga masak, asam lambung jadi naik. Padalan juga uda nanya mau dimasakin apa dan literally sudah masak menu itu tapi tetep aja mubadzir. Mungkin perlu dikoreksi lagi volumenya ya, Bad. Kalo masak tuh porsi kecil aja.
2. Keuangan yang ngga mandiri
Yha, i know bangun rumah mahal-nabung haji furoda pun. jadi kepikir di umur berapa anak bisa mulai dilatih untuk minimal tahu uangnya mau dibelanjain apa dan dicatet pemasukan-pengeluarannya. yelah, bad ente aja juga masih bolong-bolong.
Komentar
Posting Komentar