wiken kedua april - minggu ke8 njalanin semester 4. hari yang singkat dan banyak tantangan yang kudu di brendel. sedikit kecewa,, saat kita diberi janji tapi diingkari. yaah , mungkin itu mengapa nabi mengajarkan kita untuk selalu menepati janji. jangan lah mudah bilang "iya" atau "oke" - kalo emang gak ngerti-belum tentu bisa - yaudah bilang aja nggak tau atau paling baiknya bilang - nanti tak cari tau,tak usahakan. malees banget :/
Tulisan ini sengaja dibuat untuk mencoba menarik garis merah tentang apa yang aku cari pada sebuah pernikahan. Di bulan Syawal, beberapa teman maju ke tahap itu (pernikahan). Ada rasa penasaran yang ada di benak dan otakku, apakah aku akan sampai di titik itu: menikah-menggandeng-menggendong-belajar sepanjang peran istri dan ibu sampai bertemu Rasulullah dg ridha ortu dan suami. Bukan, aku meyakini jodoh-rejeki dan umur sudah ditulis. Aku mengimani qadha' dan qadar yang selalu kusebut dalam doa, bahkan curhatan ke Allah dan Rasul saat menghabiskan penatnya lampu merah Surabaya. mungkin tepatnya aku penasaran di titik apa nanti aku meninggal dunia. Semoga keturunan shalih-shalihahku bisa meneruskan amalan dan memuliakan yang telah diajarkan gurunya, aamiin. Menganalisa diri untuk merasa siap maju ke pernikahan berkali terevalusi. Ada yang nambah list kriteria, juga menghapus yang tidak urgent. Rupanya memfokuskan diri untuk mendapatkan apa yang sebenarnya kucari, nggak ada h...
Komentar
Posting Komentar