Langsung ke konten utama

tentang SNI

halaman ini telah diedit (lagi)
Sekarang sudah smester tujuh, minggu pertama kuliah banyak dosen memberi pepatah singkat bahwa mahasiswanya harus ulet mengambil informasi, kritis berpikir.
prof.Joni hermana - professor dengan wajah teduh menyenangkan ini membuka matakuliah pbpal setempat dengan bercerita antara perbedaan program studi teknik lingkungan ITS dan ITB. Bahwa ITS lebih fokus ke perencanaan sanitasi,sampah,limbah,air minum perkotaan/permukiman - sedangkan ITB berfokus pada industri dan perminyakan. Jadi, nggak heran kalo Dinas PU atau pemerintah mempercayai ITS menjadi 'otak' proyek permukiman. 
banyak masalah lingkungan permukiman yang harus di-benah-i. out all itu butuh ketelatenan untuk pendekatan masyarakat,pelemparan isu ke publik dan kegigih-an Tim perencana.

dari sepanjang kuliah 3 sks ini, cerita yang sangat mengesan adalah :
proyek beliau untuk membuat pengolahan septic tank komunal suatu daerah. banyak metode pendekatan yang telah disampaikan kemasyarakat,misalnya; untuk mengglontorkan air serentak pukul 7 pagi. "awalnya mereka nggak ngerti sama sekali- kenapa harus jam 10. kan itu jam dimana ibu sibuk menyiapkan sarapan-bapak2 persiapan kerja-anak2 masih mengurus peralatan sekolah" lalu katar2 saya kumpulkan lagi, dengan menjembatani lcd sebagai alat bantu saya putarkan foto2,video penggambaran.bahwa ; dengan kegiatan serentak penggelontoran jam 7 - saluran tinja mereka akan bersih dan komunal menuju septic tank komunal. dan, akhir nya mereka mengerti. tak hanya itu, visual yang saya bikin membuat mereka paham total sehingga jam 7 pos kampling bahkan membunyikan kentongannya untuk mengingatkan warga bahwa 10  menit lagi jam tujuh agar mennglontorkan wc rumah masing2 - 
haha  pengalaman yang menggemaskan !

dalam lapangan - kita tidak hanya perpadu dari text book saja, karena menyesuaikan dengan peraturan pemerintah yang berlaku- jadi kalo mau bikin aplikasi teknologi yang mau di jalankan sama pemerintah, ya bikin dong yang sesuai sama permennya. semangat anak perencanaan !

referensi SNI 
http://thamrinnst.wordpress.com/2011/07/13/standar-perencanaan/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kali ini semarak PKM menyelimuti gedung ini. di sepanjang koridor berhamburan kelompok-kelompok kecil yang asyik membicarakan segala hal tentang ide cemerlang agar terangkai indah dalam notes. begitu juga kehadiran Mahasiswa Baru berwajah polos. Mereka bak ilalang yang dihempas angin topan, menari-nari kesana kemari. yah begitulah masa pengkaderan. Tetap tegakkan diri walau segala menghujam. semoga nantinya PIMNAS 13 juga kian terhiasi oleh karya cipta Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS. TL IJO !

Tentang Cinta dan Pengungkapan

  Dari kisah “Kepada Muinuddin Parwana” dalam buku Surat-Surat Rumi. Sebuah buku yang menghimpun surat yang ditulis oleh Rumi untuk banyak orang (para pejabat, amir, murid, sahabat, keluarga bahkan guru spiritualnya Syams Tabrizi). Rumi yang tak sungkan mengungkapkan cinta, nasihat, teguran bahkan meminta pertolongan kepada elite pemerintahan agar memperhatikan masyarakat kecil dan para darwis.  *** Ketika sedang duduk di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari arah pintu masjid. Salah seorang sahabat berkata kepada nabi, “Wahai Rasulullah, aku mencintai orang ini yang baru datang.” Rasulullah bersabda, “Berdirilah dan beritahu dia tentang rasa cinta itu.” Seandainya ada penyakit riya’ dalam mengungkapkan rasa cinta ini, niscaya (Rasulullah) manusia yang melihat hal-hal kecil di dalam semesta tidak akan mengeluarkan fatwa tentang perlunya memberitahu rasa cinta di hati. “Barang siapa mencintai seseorang maka ungkapkanlah” Begitulah, sang raja para amir ad...

Yang dicari dalam pernikahan

  Tulisan ini sengaja dibuat untuk mencoba menarik garis merah tentang apa yang aku cari pada sebuah pernikahan. Di bulan Syawal, beberapa teman maju ke tahap itu (pernikahan). Ada rasa penasaran yang ada di benak dan otakku, apakah aku akan sampai di titik itu: menikah-menggandeng-menggendong-belajar sepanjang peran istri dan ibu sampai bertemu Rasulullah dg ridha ortu dan suami. Bukan, aku meyakini jodoh-rejeki dan umur sudah ditulis. Aku mengimani qadha' dan qadar yang selalu kusebut dalam doa, bahkan curhatan ke Allah dan Rasul saat menghabiskan penatnya lampu merah Surabaya. mungkin tepatnya aku penasaran di titik apa nanti aku meninggal dunia. Semoga keturunan shalih-shalihahku bisa meneruskan amalan dan memuliakan yang telah diajarkan gurunya, aamiin. Menganalisa diri untuk merasa siap maju ke pernikahan berkali terevalusi. Ada yang nambah list kriteria, juga menghapus yang tidak urgent.  Rupanya memfokuskan diri untuk mendapatkan apa yang sebenarnya kucari, nggak ada h...