Langsung ke konten utama

mbak itu

Dia salah satu motivasiku, kakak kelas yang sederhana,intelek dan mudah bergaul. karyanya berjejeran di rak ruang tamu.komiknya tertata rapih di rak buku salah satu ruang rumah (smacam perpustakaan pribadi, ya. sekeluarga memang suka banget baca buku. mulai dari kisah perang jaman Nabi sampai novel teenlit bacaan jaman smp).sederhananya aku mengaguminya karena kegigihannya dalam beraktivitas. mbaknya visioner banget. didikan keluarganya sedikit demi sedikit kutiru buat pengembangan diri, bukan karena akunya kurang didikan dari keluarga sih ya (kan setiap keluarga punya culture yang beda-beda gitu,, hha). salah satu ceritanya yang pasti akan kuingat itu, saat keluarganya mengajarkan manajemen keuangan ke anaknya jadi gini :
 perbulan, uang jajan harus dicatat setiap pengeluaran. pun meski buat beli permen sugus seharga 500 perak. (menurut ku, dari situ kita jadi belajar dampak-akibat kalo boros harus puasa. menyukuri yang ada. dan memaksimalkan yang dimiliki).

udah skitar3 tahun aku nggak lagi ketemu sama mbaknya, dan hanya sebatas 'tahu' kabarnya lewat blog aja. hmm kayanya kalo kita ketemu aku bakal heboh tanya banyak tentang perjalanannya ikut student exchange di Malaysia sampai ikutan kongres di Eropa . Nah sedang aku, masih aja ikutan forum di Indonesia, itupun masih di Jawa miahaha Ayo semangat mumpung masih Muda  !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kali ini semarak PKM menyelimuti gedung ini. di sepanjang koridor berhamburan kelompok-kelompok kecil yang asyik membicarakan segala hal tentang ide cemerlang agar terangkai indah dalam notes. begitu juga kehadiran Mahasiswa Baru berwajah polos. Mereka bak ilalang yang dihempas angin topan, menari-nari kesana kemari. yah begitulah masa pengkaderan. Tetap tegakkan diri walau segala menghujam. semoga nantinya PIMNAS 13 juga kian terhiasi oleh karya cipta Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS. TL IJO !

Tentang Cinta dan Pengungkapan

  Dari kisah “Kepada Muinuddin Parwana” dalam buku Surat-Surat Rumi. Sebuah buku yang menghimpun surat yang ditulis oleh Rumi untuk banyak orang (para pejabat, amir, murid, sahabat, keluarga bahkan guru spiritualnya Syams Tabrizi). Rumi yang tak sungkan mengungkapkan cinta, nasihat, teguran bahkan meminta pertolongan kepada elite pemerintahan agar memperhatikan masyarakat kecil dan para darwis.  *** Ketika sedang duduk di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari arah pintu masjid. Salah seorang sahabat berkata kepada nabi, “Wahai Rasulullah, aku mencintai orang ini yang baru datang.” Rasulullah bersabda, “Berdirilah dan beritahu dia tentang rasa cinta itu.” Seandainya ada penyakit riya’ dalam mengungkapkan rasa cinta ini, niscaya (Rasulullah) manusia yang melihat hal-hal kecil di dalam semesta tidak akan mengeluarkan fatwa tentang perlunya memberitahu rasa cinta di hati. “Barang siapa mencintai seseorang maka ungkapkanlah” Begitulah, sang raja para amir ad...

Yang dicari dalam pernikahan

  Tulisan ini sengaja dibuat untuk mencoba menarik garis merah tentang apa yang aku cari pada sebuah pernikahan. Di bulan Syawal, beberapa teman maju ke tahap itu (pernikahan). Ada rasa penasaran yang ada di benak dan otakku, apakah aku akan sampai di titik itu: menikah-menggandeng-menggendong-belajar sepanjang peran istri dan ibu sampai bertemu Rasulullah dg ridha ortu dan suami. Bukan, aku meyakini jodoh-rejeki dan umur sudah ditulis. Aku mengimani qadha' dan qadar yang selalu kusebut dalam doa, bahkan curhatan ke Allah dan Rasul saat menghabiskan penatnya lampu merah Surabaya. mungkin tepatnya aku penasaran di titik apa nanti aku meninggal dunia. Semoga keturunan shalih-shalihahku bisa meneruskan amalan dan memuliakan yang telah diajarkan gurunya, aamiin. Menganalisa diri untuk merasa siap maju ke pernikahan berkali terevalusi. Ada yang nambah list kriteria, juga menghapus yang tidak urgent.  Rupanya memfokuskan diri untuk mendapatkan apa yang sebenarnya kucari, nggak ada h...