Langsung ke konten utama

Kamu bisa apa (1)

Ulang tahun angkatan sudah terlampaui, artinya beberapa minggu kedepan kita akan memulai hari baru. Menyiapkan dan mengasah diri dengan penuh energi untuk pencapaian target hidup. Masa depan pasca Sarjana. 

Sore itu, kami seangkatan sedikit bernafas lega karena proposal progres baru saja dikumpul sehari yang lalu. Kampus sepi, laboratorium-workshop dan selasar gedung terasa amat lenggang. sepertinya 2/3 dari kami sedang menikmati nikmatnya berbaring berpelukan guling dan sepoian kipas angin. 

Pertemanan ini harus terus dijalin, hingga nanti bertemu lagi di syurga. Oke secara sistem kita mesti memilih teman yang baik-limgkungan yang terbaik untuk bekal. Tapi bukan berati kita bisa menjudge tiara baik-anita buruk. aku dan kamu bahkan takkan pernah tahu isi hati antara kita. So, mari menghomogenkan diri. Berenang menyelam-bersapa tegur  atau sekadar basa-basi dengan siapapun.


Senja menjemput-perut tak bisa lagi berbohong. Aku meng-iyakan ajakan teman untuk makan malam bersamanya. Kami baru dekat skitar 3-4 semester,akhir ini. dan pembicaraan mulai basa-basi cara menjemur pakaian,membenahi halaman pada ms.word hingga pertanyaan yang paling seram,menurutku. 

"Setelah wisuda mau ngapain ? ".

Banyak cerita, ada yang mau kerja dengan gaji tinggi,kuliah,bisnis dan menikah. 

B : semangat ya progresnya nanti,sampai jumpa 112. trus trus habis wisuda mau ngapain ?
    *sambil nyruput esteh*

P : kerja lah, dengan gaji tinggi tentunya !
    *wajahnya amat berseri antusias

B : waah keren. emang kamu mau kerja apa?

P : apapun dong 

B : oya ? emang kamu bisa apa, apa yang bisa kamu jual biar perusahaan mau nggaji kamu setinggi permintaanmu ?

P : *glek*

B : bisa ngepel - bisa bikin kopi - bisa nyapu ? oh kamu jadi officeboy aja. tapi kali jadi itu tanpa kuliah kayak gini mestinya juga bisa

P : $@#$@$%@%

si P syok bingung-kudu nangis-langsung diem-mukanya berubah. Mungkin lagi mikir, kamu kok gitu banget se (?)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

kali ini semarak PKM menyelimuti gedung ini. di sepanjang koridor berhamburan kelompok-kelompok kecil yang asyik membicarakan segala hal tentang ide cemerlang agar terangkai indah dalam notes. begitu juga kehadiran Mahasiswa Baru berwajah polos. Mereka bak ilalang yang dihempas angin topan, menari-nari kesana kemari. yah begitulah masa pengkaderan. Tetap tegakkan diri walau segala menghujam. semoga nantinya PIMNAS 13 juga kian terhiasi oleh karya cipta Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS. TL IJO !

Tentang Cinta dan Pengungkapan

  Dari kisah “Kepada Muinuddin Parwana” dalam buku Surat-Surat Rumi. Sebuah buku yang menghimpun surat yang ditulis oleh Rumi untuk banyak orang (para pejabat, amir, murid, sahabat, keluarga bahkan guru spiritualnya Syams Tabrizi). Rumi yang tak sungkan mengungkapkan cinta, nasihat, teguran bahkan meminta pertolongan kepada elite pemerintahan agar memperhatikan masyarakat kecil dan para darwis.  *** Ketika sedang duduk di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari arah pintu masjid. Salah seorang sahabat berkata kepada nabi, “Wahai Rasulullah, aku mencintai orang ini yang baru datang.” Rasulullah bersabda, “Berdirilah dan beritahu dia tentang rasa cinta itu.” Seandainya ada penyakit riya’ dalam mengungkapkan rasa cinta ini, niscaya (Rasulullah) manusia yang melihat hal-hal kecil di dalam semesta tidak akan mengeluarkan fatwa tentang perlunya memberitahu rasa cinta di hati. “Barang siapa mencintai seseorang maka ungkapkanlah” Begitulah, sang raja para amir ad...

Wanita-Wanita Mulia Rasulullah (1)

Tidak ada yang bisa ditulis, selain  pengalaman dan masukan ilmu. Investasi leher ke atas ini amat penting untuk membantu kita memperluas cara pandang. Cara pandang yang luas konon mampu membuat seseorang untuk membuat keputusan dengan tepat. Konten hari ini terinspirasi dari kajian dengan Ummi Fairuz. Baru kutahu bahwa wanita-wanita rasulullah yang meninggal di bulan Ramadan adalah Sayyidah Khadijah (11 Ramadan) dan Sayyidah Aisyah (17 Ramadan). Untuk mengenang haul Sayyidah Khadijah hari ini, yuk kita menilik bagaimana Sayyidah Khadijah semasa hidupnya. Mengapa penting bagi kita untuk mengenal wanita – wanita mulia Rasulullah. Harapannya ini akan menjadikan motivasi, peningkatan akhlak sampai menjadikan kita kelak mencintai Rasulullah. Panutan umat muslim. Sayyidah Khadijah binti Khuwailid lahir di tengah keluarga yang dihormati di Makkah. Keluarga khadijah oleh Allah diberikan kekayaan dan kebijaksanaan di suku Quraisy sehingga disegani. Kakeknya memiliki amanah men...