Langsung ke konten utama

ramadhan 2015

Rasanya uda fitrah aja setiap lebaran gini semua orang pada kirim message tentang ucapan minta maaf. nguji kreativitas dalam menulis sih- yaah meski goalnya sama. yang penting esensi ramadhan selalu hadir disetiap beribadah.


satu dari sekian message yang ngena itu ini :

semoga Allah menerima amalan dari kami dan darimu, juga diterimanya puasaku dan puasamu sekalian, serta semooga Allah menyempurnakannya.

semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali suci dan orang-orang yang menang.

Rangkaian kalimat yang sempurna. kayanya mesti belajar bahasa arab, biar lebih dalem lagi pas berdoa. bayangkan, suatu hari dimalam ramadhan seorang ibu yang sholat disebelahku menangis dalam setiap gerakan sholat. ternyata dia sedang membaca dan menyelami setiap arti dari doa gerakan sholat. dia bercerita tentang bagaimana hijrahnya dalam memahami islam, doa yang paling disukainya adalah  doa iftitah :

Allah maha besar, maha sempurna kebesaranNya. segala puji bagi Allah, pujian  yang sebanyak-banyaknya dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. 

Kuhadapkan wajahku kepada dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan. dan aku bukanlah termasuk orang - orang yang musyrik.

sesungguhnya sholatku,ibadahku, hidupkun dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. tidak ada sekutu bagiNya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang islam.

terimakasih telah berbagi cerita buk, semoga Allah senantiasa melindungimu dan keluarga mu.aamiiin


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kali ini semarak PKM menyelimuti gedung ini. di sepanjang koridor berhamburan kelompok-kelompok kecil yang asyik membicarakan segala hal tentang ide cemerlang agar terangkai indah dalam notes. begitu juga kehadiran Mahasiswa Baru berwajah polos. Mereka bak ilalang yang dihempas angin topan, menari-nari kesana kemari. yah begitulah masa pengkaderan. Tetap tegakkan diri walau segala menghujam. semoga nantinya PIMNAS 13 juga kian terhiasi oleh karya cipta Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS. TL IJO !

Tentang Cinta dan Pengungkapan

  Dari kisah “Kepada Muinuddin Parwana” dalam buku Surat-Surat Rumi. Sebuah buku yang menghimpun surat yang ditulis oleh Rumi untuk banyak orang (para pejabat, amir, murid, sahabat, keluarga bahkan guru spiritualnya Syams Tabrizi). Rumi yang tak sungkan mengungkapkan cinta, nasihat, teguran bahkan meminta pertolongan kepada elite pemerintahan agar memperhatikan masyarakat kecil dan para darwis.  *** Ketika sedang duduk di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari arah pintu masjid. Salah seorang sahabat berkata kepada nabi, “Wahai Rasulullah, aku mencintai orang ini yang baru datang.” Rasulullah bersabda, “Berdirilah dan beritahu dia tentang rasa cinta itu.” Seandainya ada penyakit riya’ dalam mengungkapkan rasa cinta ini, niscaya (Rasulullah) manusia yang melihat hal-hal kecil di dalam semesta tidak akan mengeluarkan fatwa tentang perlunya memberitahu rasa cinta di hati. “Barang siapa mencintai seseorang maka ungkapkanlah” Begitulah, sang raja para amir ad...

Yang dicari dalam pernikahan

  Tulisan ini sengaja dibuat untuk mencoba menarik garis merah tentang apa yang aku cari pada sebuah pernikahan. Di bulan Syawal, beberapa teman maju ke tahap itu (pernikahan). Ada rasa penasaran yang ada di benak dan otakku, apakah aku akan sampai di titik itu: menikah-menggandeng-menggendong-belajar sepanjang peran istri dan ibu sampai bertemu Rasulullah dg ridha ortu dan suami. Bukan, aku meyakini jodoh-rejeki dan umur sudah ditulis. Aku mengimani qadha' dan qadar yang selalu kusebut dalam doa, bahkan curhatan ke Allah dan Rasul saat menghabiskan penatnya lampu merah Surabaya. mungkin tepatnya aku penasaran di titik apa nanti aku meninggal dunia. Semoga keturunan shalih-shalihahku bisa meneruskan amalan dan memuliakan yang telah diajarkan gurunya, aamiin. Menganalisa diri untuk merasa siap maju ke pernikahan berkali terevalusi. Ada yang nambah list kriteria, juga menghapus yang tidak urgent.  Rupanya memfokuskan diri untuk mendapatkan apa yang sebenarnya kucari, nggak ada h...