Langsung ke konten utama

Postingan

Drama Ojol

Hari ini Ida bangun kesiangan, karena semalam suntuk belajar stoikiometri. Ngga tahu kenapa materi ini menjadi momok, takut banyak ditanya dan gagap menjawab. Rencananya Ida ingin menggunakan transportasi gratis (Bus Suroboyo). Jadi moda transportasi ini mulai menjadi pilihan utama untuk mempergunakan sampah yang terlanjur dihasilkan.  Rute I dari Rumah (Pagesangan, Surabaya Selatan) ke arah ITS, butuh waktu 2 jam. jika : 1.Naik bus dari halte dinas pertanian provinsi Untuk sampai ke sini, ga bisa dijangkau pakai sepeda karena ngga ada parkir umum, dan rata-rata komplek kantor sana ngga membolehkan kecuali tamu untuk parkir di halaman mereka. So sad :( . jadi kesininya kalo ngga dianter, ya ojol. 2. Oper di halte RS. Darmo Nunggu bis UNESA-ITS dari sini yang bikin buang waktu. minimal 30 menit dan pernah sejam :( . jadi, untuk menanggulangi pembuangan waktu ini, aku ambil jalan untuk parkir di park and ride Adityawarman.  Rute II dari rumah ke ITS butu...

Bikin Paspor 20 Menit, Bebas Antri !

Waah aku bersyukur banget lho bikin paspor dengan harga normal dan cepet. Bagaimana tidak, 2 hari sebel karena aplikasi antrian paspor online ngga bisa masuk, penuh mulu huhu. Hayo, ngacung siapa yang ngantri paspornya lama wkwkwk. Eh, bahkan ada temenku yang bikin paspor musti ke Solo, karena antrian yang lowong disana. Jauh-jauh dari Gresik. Woah, betapa hancurnya ...(eh, jadi menyanyi ekhehk).   Nah, dalam rangka Hari Imigrasi Ke-69, kantor Imigrasi Surabaya Khusus TPI mengadakan pelayanan khusus di Hari Sabtu selama 4 pekan. Pelayanan ini berlaku sejak pekan terakhir Desember 2018 sampai pekan ke-3 Januari 2019.Sebanyak 200 slot di 2 minggu teratas sudah penuh. Makin deredek aja, aku buru2 nge-klik macam rebutan kelas sewaktu kuliah. Takut ngga kebagian! wkwk. wadaw dengan segala jaringan yang kucoba alhasil dapat hari terakhir! hamdalah yhaa. Aku betul-betul gagal paham sih, kenapa administrasi online program pemerintah ngga secepat aplikasi milik non-pemerintah. p...

kabar pertama 2019

Beberapa bulan lalu, aku beritikad untuk memindah segala tulisan ke https://cilukbadriya.wordpress.com/  . Tapi karena terlalu gupuh dan kurang banyak pertimbangan dalam memilih, sehingga pilihan blogger ini kembali menggenggam langkah. Hanya karena 2 alasan;  1) Terlalu pewe dengan fitur blogger 2) Wordpress ngga bisa nyimpen tulisan kita. dia cuman bisa sekali produksi langsung post. sedangkan aku kebanyakan menunda tulisan, jadi sayang sekali. padahal wordpress tampilannya lebih ciamik :( . Solusinya, mari belajar setting tampilan biar eye cacthing.  Baiklah - selamat datang di tahun 2019(telat banget, udah hari ke-6 euy) . Beragam kegiatan menanti untuk dijelajahi. Kabar baik tahun ini adalah munculnya surat pengumuman kelulusan anggota FLP (Forum Lingkar Pena) Surabaya. Yeaaaha! semoga membawa kebaikan dalam membuat kalimat efektif dan berfikir jeli.  Psst, planning mingguan: akan mengupload tulisan setiap hari sabtu. Sampai jumpa ! #sabtulis

Sejauh 76 KM

Energi weekend ini cukup diserap oleh sebuah perjalanan panjang. mengukur jarak - mengukur seberapa dalam strategi digalakkan. Perjalanan yang mendadak digerakkan, maju melintang jalanan yang 'baru' dilewati seumur hidup, perjalanan Surabaya (Pagesangan) - Gresik (Lowayu).  Hahha sudah halus belum nih bikin intronya :p Yak, betul. Perjalanan Surabaya-Gresik mbolang kali ini adalah perdanaku. sendirian bolang demi ngamini doanya temen-temen pesantren yang tholabul ilmi-nya beneran ikhtiar! coba bayangkan dari makanan, baju, waktunya beneran cuman buat Al-Quran. Makanan ngga neko-neko cuman basic kangkung, tahu, tempe, terong yang divariasikan menunya. Baju yang dijatah perorang cuman 5 model baju ganti. Waktu bangun sampai tidur lagi isinya lalaran mushaf. Oke, balik ke cerita perjalanannya.  Akutu sedih akan adanya ketimpangan kabupaten dan kota, khususnya di masalah fasilitas transportasi. padahal kapan hari salah satu narasumber di seminar edukasi pertambangan bila...

Piala Dunia 2018

Saya bukan penggila olahraga sepak bola, hanya menikmati sesi final yang kebetulan sedang berlangsung (FYI. ini lagi ngetik sambil sesekali ikutan teriak waktu bola mendekati ring gawang). sempet amat? iyaa soalnya lama ngga utak-utik blog, hahaha. Nonton ramean di rumah, yha ramean berempat sama 2 mas dan buya. Jauh hari, kukira yang akan menempati 3 besar adalah negara yang "biasa" nangkring, seems like: Jepang, Brazil, Jerman, Uruguay, Inggris, Spanyol, Italia. Eeh dak taunya ada si pejuang baru: Belgia dan Kroasia. 20 menit pertama si Kroasia keren lho- nembak, nyikat dengan gigih. Uh dak taunya bunuh diri sampe 2x :(.  Nah pas perancis dapet 4:1, si kro pantang nyerah dengan nendang bola yang sudah bergelinding kearah kiper perancis, gol. siapa sangkaaaa, bola wes cidek tangan kiper sek di shikat bae iki dududu. Akutu kesel sama kiper perancis ini kok yha handal nian, tatak dan gesit ambil aba-aba, ngga ngitung berapa kali si kroasia nembak dan banyak ketang...

ES

mereka menertawakan kita melihat binar wajah bahagia bahagia yang palsu belaka bahagia diatas daratan perjuangan kaku ku tak tahu sebegitu kejamnya tiga dunia dunia langit, permukaan dan laut mulanya aku heran benarkah ada pertikaian pertikaian tanpa batas