Langsung ke konten utama

batalin lagi ._.)

Ini kali ketiga mbatalin tiket kereta destinasi menarik. huu. Rencananya pekan ini mau ke Daarut Tauhid-Bandung. Tadabbur alam manis-manis, rundown uda dikirim-tiket uda siap-yang njemput selama disana pun sudah. Padahal olahraganya seru bangeet memanah sama berkuda uwu. Tapi karena yudisium ini harus dituntaskan, ditunda lah daku pergi kesana (moga Februari ada yang ngajakin kesana-ngode banget). wkwk

Jadinyaaa, yang berangkat kesana- terus take care ya ! Jangan lupa doain yudisium daku lancaar (doa orang yang sedang diperjalanan dikabulkan lho ).
 Ini mau cerita tentang pelayanan stasiun besar kedua di surabaya yang memuaskan. 2 kali mbatalin tiket, pelayanan ini paling enak. nih ya kalo kalian mau replace nama penumpang - itu ngga bisa langsung. ada beberapa prosedurnya, tapi ngga rumit amat kok. Bisanya, kamu batalin dulu itu tiket-habis gitu beli lagi tiket "baru" dengan duduk yang sama. Kamu cukup bawa KTP - tiket yang mau dibatalin sama identitas pengganti.  Pagi tadi kebetulan lagi anter mbak ke stasiun jadi sekalian batalin dan beliin tiket temen. Ohya, kalo mau batalin- loket stasiun gubeng yang nangani ini buka cuman sampe jam 4. 

Rutenya tadi ke customer service,  batalin tiket dan dikasi form pembatalan warna pink terus di validasi ke loket 1. Uangnya baru turun sebulan setelah pembatalan dan kena pajak 25%.   ngurusnya cepet- mungkin karena tadi berangkatnya pagi-pagi ya. Nah habis dibatalin isi lagi form pembelian tiket - ada suatu mesin yang buat aku bahagia hari ini. Ceeritanya, kalo pesen tiket di stasiun gubeng kan harus dapet nomer antrian, lah sedangkan nomer antrian baru buka jam 9 (masi lama banget). Ada mesin namanya Finnet , smart lah menurutku. bisa jadi solusi saat mendesak kaya tadi pagi.  mesin pemesan tiket kereta, bayarnya bisa pake debit atau cash. kalo debit aman kali ya, ngga pake kembalian tapi kalo cash gimanaaa? tenang jadi mesin ini itu nyimpe duit kembalian mu, dan dikonversi ke pulsa. Yuk jadi smart konsumer !



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Cinta dan Pengungkapan

  Dari kisah “Kepada Muinuddin Parwana” dalam buku Surat-Surat Rumi. Sebuah buku yang menghimpun surat yang ditulis oleh Rumi untuk banyak orang (para pejabat, amir, murid, sahabat, keluarga bahkan guru spiritualnya Syams Tabrizi). Rumi yang tak sungkan mengungkapkan cinta, nasihat, teguran bahkan meminta pertolongan kepada elite pemerintahan agar memperhatikan masyarakat kecil dan para darwis.  *** Ketika sedang duduk di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari arah pintu masjid. Salah seorang sahabat berkata kepada nabi, “Wahai Rasulullah, aku mencintai orang ini yang baru datang.” Rasulullah bersabda, “Berdirilah dan beritahu dia tentang rasa cinta itu.” Seandainya ada penyakit riya’ dalam mengungkapkan rasa cinta ini, niscaya (Rasulullah) manusia yang melihat hal-hal kecil di dalam semesta tidak akan mengeluarkan fatwa tentang perlunya memberitahu rasa cinta di hati. “Barang siapa mencintai seseorang maka ungkapkanlah” Begitulah, sang raja para amir ad...
kali ini semarak PKM menyelimuti gedung ini. di sepanjang koridor berhamburan kelompok-kelompok kecil yang asyik membicarakan segala hal tentang ide cemerlang agar terangkai indah dalam notes. begitu juga kehadiran Mahasiswa Baru berwajah polos. Mereka bak ilalang yang dihempas angin topan, menari-nari kesana kemari. yah begitulah masa pengkaderan. Tetap tegakkan diri walau segala menghujam. semoga nantinya PIMNAS 13 juga kian terhiasi oleh karya cipta Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS. TL IJO !

Wanita-Wanita Mulia Rasulullah (1)

Tidak ada yang bisa ditulis, selain  pengalaman dan masukan ilmu. Investasi leher ke atas ini amat penting untuk membantu kita memperluas cara pandang. Cara pandang yang luas konon mampu membuat seseorang untuk membuat keputusan dengan tepat. Konten hari ini terinspirasi dari kajian dengan Ummi Fairuz. Baru kutahu bahwa wanita-wanita rasulullah yang meninggal di bulan Ramadan adalah Sayyidah Khadijah (11 Ramadan) dan Sayyidah Aisyah (17 Ramadan). Untuk mengenang haul Sayyidah Khadijah hari ini, yuk kita menilik bagaimana Sayyidah Khadijah semasa hidupnya. Mengapa penting bagi kita untuk mengenal wanita – wanita mulia Rasulullah. Harapannya ini akan menjadikan motivasi, peningkatan akhlak sampai menjadikan kita kelak mencintai Rasulullah. Panutan umat muslim. Sayyidah Khadijah binti Khuwailid lahir di tengah keluarga yang dihormati di Makkah. Keluarga khadijah oleh Allah diberikan kekayaan dan kebijaksanaan di suku Quraisy sehingga disegani. Kakeknya memiliki amanah men...