Langsung ke konten utama

Hari Ozon

Terimakasih teman-teman KPPL (Kelompok Pecinta dan Pemerhati lingkungan ) yang seriusan bikin semua elemen jurusan sadar kalo hari ini adalah Hari Ozon ! haha
ini beneran aksi, aksi nyata- bukan sekedar informasi yang ditempel di mading – dibaca- kemudian menguap. 
Pagi tadi, Selasa 16 September 2014. Para mahasiswa/i Teknik Lingkungan pengguna sepeda motor dilarang parkir dijurusan.coba bayangkan dengan berbagai keadaan anak-anak saat berangkat ke kampus :
ada yang ngebut dari rumah karena jarak yang jauh
ada yang kesiangan habis begadang pkm
ada yang nggak baca ‘jarkom’
Semuanya mendadak dihadang sama temen-temen KPPL didepan pintu parkir ‘pas’ karena syarat diperbolehkan parkir di TL adalah dengan ‘membonceng’ orang (nama brandingnya: 2 in 1). Bayangkaan aaja dengan kondisi mendadak karena jam masuk kelas sudah mepet ternyata nggak boleh parkir di parkiran jurusan sendiri karena nggak menuhin persyaratan !  mbahahaha sempet jengkel juga sih sebenernya – lha parkiran umum diawal minggu gini kan pada padet karena banyak kuliah umum. Parkiran baak & manarul pasti padet selain jauh, Maka jadilah parkiran sipil dan arsi- yang menjadi sasaran temen-temen buat menyimpan sepedanya. Haha  owesome rek sungguhan !

Terimakasih teman-teman HMTL#Bergairah-maju dan terus inovatif !


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kali ini semarak PKM menyelimuti gedung ini. di sepanjang koridor berhamburan kelompok-kelompok kecil yang asyik membicarakan segala hal tentang ide cemerlang agar terangkai indah dalam notes. begitu juga kehadiran Mahasiswa Baru berwajah polos. Mereka bak ilalang yang dihempas angin topan, menari-nari kesana kemari. yah begitulah masa pengkaderan. Tetap tegakkan diri walau segala menghujam. semoga nantinya PIMNAS 13 juga kian terhiasi oleh karya cipta Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS. TL IJO !

Tentang Cinta dan Pengungkapan

  Dari kisah “Kepada Muinuddin Parwana” dalam buku Surat-Surat Rumi. Sebuah buku yang menghimpun surat yang ditulis oleh Rumi untuk banyak orang (para pejabat, amir, murid, sahabat, keluarga bahkan guru spiritualnya Syams Tabrizi). Rumi yang tak sungkan mengungkapkan cinta, nasihat, teguran bahkan meminta pertolongan kepada elite pemerintahan agar memperhatikan masyarakat kecil dan para darwis.  *** Ketika sedang duduk di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari arah pintu masjid. Salah seorang sahabat berkata kepada nabi, “Wahai Rasulullah, aku mencintai orang ini yang baru datang.” Rasulullah bersabda, “Berdirilah dan beritahu dia tentang rasa cinta itu.” Seandainya ada penyakit riya’ dalam mengungkapkan rasa cinta ini, niscaya (Rasulullah) manusia yang melihat hal-hal kecil di dalam semesta tidak akan mengeluarkan fatwa tentang perlunya memberitahu rasa cinta di hati. “Barang siapa mencintai seseorang maka ungkapkanlah” Begitulah, sang raja para amir ad...

Yang dicari dalam pernikahan

  Tulisan ini sengaja dibuat untuk mencoba menarik garis merah tentang apa yang aku cari pada sebuah pernikahan. Di bulan Syawal, beberapa teman maju ke tahap itu (pernikahan). Ada rasa penasaran yang ada di benak dan otakku, apakah aku akan sampai di titik itu: menikah-menggandeng-menggendong-belajar sepanjang peran istri dan ibu sampai bertemu Rasulullah dg ridha ortu dan suami. Bukan, aku meyakini jodoh-rejeki dan umur sudah ditulis. Aku mengimani qadha' dan qadar yang selalu kusebut dalam doa, bahkan curhatan ke Allah dan Rasul saat menghabiskan penatnya lampu merah Surabaya. mungkin tepatnya aku penasaran di titik apa nanti aku meninggal dunia. Semoga keturunan shalih-shalihahku bisa meneruskan amalan dan memuliakan yang telah diajarkan gurunya, aamiin. Menganalisa diri untuk merasa siap maju ke pernikahan berkali terevalusi. Ada yang nambah list kriteria, juga menghapus yang tidak urgent.  Rupanya memfokuskan diri untuk mendapatkan apa yang sebenarnya kucari, nggak ada h...