Langsung ke konten utama

Sawang-sinawang

Sawang-sinawang, bukan berati lama-lamaan melek buat menangin kompetesi yang kedip kalah. Apalagi saling pandang. Adalah pepatah jawa yang artinya membandingkan kehidupan orang ke manusia yang lain. Eh, tapi di edisi ini mau sawang orang lain. Hehe, untuk mensyukuri segala takdir dan menerima. Boleh kan?

Hari ini, aku ga tau jika masih di pesantren apa juga maju di podium sebagai wisudawati Qur'an. Hehe, mau ngucapin selamat ke temen-temen Darul Qur'an angkatan 2016. Semoga Allah beri keberkahan al Qur'an, waktu dan kesehatan untuk terus lalar hafalan, bermanfaat buat umat dan pelan-pelan mengaplikasikan di kehidupan. 

Realitanya hari ini, aku duduk di kantor. Ngoreksi dokumen. Apa kabar hafalan? Baru kemarin rasanya beneran ndandani sampe bisa dibaca lanyah. Ini pun karena coba metode lauh. Semoga komitmen ya. 

Pas cerita ke ibu, belio jadi flash back sewaktu sambang aku dan mengingat nesuku "sampai kapan aku di sini". Endingnya ditakdir 1,5 tahun mondok. Hehe. Allah sesuai prasangka hambaNya. 

"Kalau suka pasti kebuka jalan" artinya kamu pasti akan berusaha rekoso membuka jalan mencapai tujuan. Jadi, bersemangatlah. Pesan kehidupan hari ini aku diutus banyak istighfar. Biar rekoso :').

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kali ini semarak PKM menyelimuti gedung ini. di sepanjang koridor berhamburan kelompok-kelompok kecil yang asyik membicarakan segala hal tentang ide cemerlang agar terangkai indah dalam notes. begitu juga kehadiran Mahasiswa Baru berwajah polos. Mereka bak ilalang yang dihempas angin topan, menari-nari kesana kemari. yah begitulah masa pengkaderan. Tetap tegakkan diri walau segala menghujam. semoga nantinya PIMNAS 13 juga kian terhiasi oleh karya cipta Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS. TL IJO !

Tentang Cinta dan Pengungkapan

  Dari kisah “Kepada Muinuddin Parwana” dalam buku Surat-Surat Rumi. Sebuah buku yang menghimpun surat yang ditulis oleh Rumi untuk banyak orang (para pejabat, amir, murid, sahabat, keluarga bahkan guru spiritualnya Syams Tabrizi). Rumi yang tak sungkan mengungkapkan cinta, nasihat, teguran bahkan meminta pertolongan kepada elite pemerintahan agar memperhatikan masyarakat kecil dan para darwis.  *** Ketika sedang duduk di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari arah pintu masjid. Salah seorang sahabat berkata kepada nabi, “Wahai Rasulullah, aku mencintai orang ini yang baru datang.” Rasulullah bersabda, “Berdirilah dan beritahu dia tentang rasa cinta itu.” Seandainya ada penyakit riya’ dalam mengungkapkan rasa cinta ini, niscaya (Rasulullah) manusia yang melihat hal-hal kecil di dalam semesta tidak akan mengeluarkan fatwa tentang perlunya memberitahu rasa cinta di hati. “Barang siapa mencintai seseorang maka ungkapkanlah” Begitulah, sang raja para amir ad...

Yang dicari dalam pernikahan

  Tulisan ini sengaja dibuat untuk mencoba menarik garis merah tentang apa yang aku cari pada sebuah pernikahan. Di bulan Syawal, beberapa teman maju ke tahap itu (pernikahan). Ada rasa penasaran yang ada di benak dan otakku, apakah aku akan sampai di titik itu: menikah-menggandeng-menggendong-belajar sepanjang peran istri dan ibu sampai bertemu Rasulullah dg ridha ortu dan suami. Bukan, aku meyakini jodoh-rejeki dan umur sudah ditulis. Aku mengimani qadha' dan qadar yang selalu kusebut dalam doa, bahkan curhatan ke Allah dan Rasul saat menghabiskan penatnya lampu merah Surabaya. mungkin tepatnya aku penasaran di titik apa nanti aku meninggal dunia. Semoga keturunan shalih-shalihahku bisa meneruskan amalan dan memuliakan yang telah diajarkan gurunya, aamiin. Menganalisa diri untuk merasa siap maju ke pernikahan berkali terevalusi. Ada yang nambah list kriteria, juga menghapus yang tidak urgent.  Rupanya memfokuskan diri untuk mendapatkan apa yang sebenarnya kucari, nggak ada h...