liburan yang sangat ditunggu sudah tiba. saya tetap beraktivitas seperti biasa. sarapan pagi,pamit berangkat pagi,pulang ketika malam menjelang-bahkan lebih larut.tentang hal ini, saya merasa kurang kecocokan aktivitas (pulang malam-dan berangkat pagi.membuat jengkel sendiri).mungkin memang ada benarnya kata orang jawa "cah estri itu ndak baik pulang malam" (anak cewek itu nggak baik pulang malam). harus ada prinsip yang kuat tentang jam malam satu ini-biar apapun yang ada bisa tetap teguh. bicara jam malam- saya mengapresiasi organisasi yang memiliki jam malam untuk anggotanya (terutama cewek). realitanya, banyak organisasi kampus yang memiliki kebijakan ini- tapi realitanya rapat pun hingga larut malam --a #sedih
Tulisan ini sengaja dibuat untuk mencoba menarik garis merah tentang apa yang aku cari pada sebuah pernikahan. Di bulan Syawal, beberapa teman maju ke tahap itu (pernikahan). Ada rasa penasaran yang ada di benak dan otakku, apakah aku akan sampai di titik itu: menikah-menggandeng-menggendong-belajar sepanjang peran istri dan ibu sampai bertemu Rasulullah dg ridha ortu dan suami. Bukan, aku meyakini jodoh-rejeki dan umur sudah ditulis. Aku mengimani qadha' dan qadar yang selalu kusebut dalam doa, bahkan curhatan ke Allah dan Rasul saat menghabiskan penatnya lampu merah Surabaya. mungkin tepatnya aku penasaran di titik apa nanti aku meninggal dunia. Semoga keturunan shalih-shalihahku bisa meneruskan amalan dan memuliakan yang telah diajarkan gurunya, aamiin. Menganalisa diri untuk merasa siap maju ke pernikahan berkali terevalusi. Ada yang nambah list kriteria, juga menghapus yang tidak urgent. Rupanya memfokuskan diri untuk mendapatkan apa yang sebenarnya kucari, nggak ada h...
Komentar
Posting Komentar