Langsung ke konten utama

Tarawih 1434H

alhamdulillah masih diberi kenikmatan berjumpa Ramadhan 1434H dengan amanah ini. ceritanya sidang isbat taun ini menghasilkan Ramadhan tanggal 10 Juli 2013. meski masih ada perbedaan presepsi-kita tetap satu tauhid :)
tarawih kali ini, saya ditemani mbak kedua yang sudah punya momongan (ais-berumur 1taun lebih) kalo diceritain- betapa lucu nya dia, ehehe sangat lucu-cerewet*meski ngomongnya belum teteh-a tapi cukup terdengar apa yang diclotehin. stelah sholat magrib berjamaah dirumah- kami bertiga berangkat menuju masjid al-akbar.sesampainya disana, pikirku saya akan sholat dengan shaff depan-biar tenang. oh nggataunya si ais narik-narik-jadilah saya sholat bersama kumpulan anak kecil-balita.

mungkin karena berangkat skitar jam stenga 7 juga- pakrian masjid uda begitu ramai. waah subhanallah.. banyak yang ke masjid :))-sepanjang sholat tarawih, mbak saya cuman ikut jamaah skitar 4 rakaat.si ais ngajak main mulu-lari kesana-kesini(eh belum bisa jalan -masih dituntun). liat mbak panik-merayu ais buat diam dan nurut- saya jadi kepikir ibu, yang sudah beranak 12-dengan slisih umur dempet-dempet. gimana ya ? dulu ibu pas sholat terawih ? apalagi jaman cak iqbal-neng ifa-aku masih kecil (umur kita selisih 2 tahun) betapa cerdik.telaten.sabar-nya ngurus anak segini banyak - ah a wonderfull mom :')

disela khotib menyampaikan khutbahnya- mbak jadi curhat.trus bilang- yang patuh ya sama ibu-buya .. mm iya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

kali ini semarak PKM menyelimuti gedung ini. di sepanjang koridor berhamburan kelompok-kelompok kecil yang asyik membicarakan segala hal tentang ide cemerlang agar terangkai indah dalam notes. begitu juga kehadiran Mahasiswa Baru berwajah polos. Mereka bak ilalang yang dihempas angin topan, menari-nari kesana kemari. yah begitulah masa pengkaderan. Tetap tegakkan diri walau segala menghujam. semoga nantinya PIMNAS 13 juga kian terhiasi oleh karya cipta Mahasiswa Teknik Lingkungan ITS. TL IJO !

Tentang Cinta dan Pengungkapan

  Dari kisah “Kepada Muinuddin Parwana” dalam buku Surat-Surat Rumi. Sebuah buku yang menghimpun surat yang ditulis oleh Rumi untuk banyak orang (para pejabat, amir, murid, sahabat, keluarga bahkan guru spiritualnya Syams Tabrizi). Rumi yang tak sungkan mengungkapkan cinta, nasihat, teguran bahkan meminta pertolongan kepada elite pemerintahan agar memperhatikan masyarakat kecil dan para darwis.  *** Ketika sedang duduk di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari arah pintu masjid. Salah seorang sahabat berkata kepada nabi, “Wahai Rasulullah, aku mencintai orang ini yang baru datang.” Rasulullah bersabda, “Berdirilah dan beritahu dia tentang rasa cinta itu.” Seandainya ada penyakit riya’ dalam mengungkapkan rasa cinta ini, niscaya (Rasulullah) manusia yang melihat hal-hal kecil di dalam semesta tidak akan mengeluarkan fatwa tentang perlunya memberitahu rasa cinta di hati. “Barang siapa mencintai seseorang maka ungkapkanlah” Begitulah, sang raja para amir ad...

Wanita-Wanita Mulia Rasulullah (1)

Tidak ada yang bisa ditulis, selain  pengalaman dan masukan ilmu. Investasi leher ke atas ini amat penting untuk membantu kita memperluas cara pandang. Cara pandang yang luas konon mampu membuat seseorang untuk membuat keputusan dengan tepat. Konten hari ini terinspirasi dari kajian dengan Ummi Fairuz. Baru kutahu bahwa wanita-wanita rasulullah yang meninggal di bulan Ramadan adalah Sayyidah Khadijah (11 Ramadan) dan Sayyidah Aisyah (17 Ramadan). Untuk mengenang haul Sayyidah Khadijah hari ini, yuk kita menilik bagaimana Sayyidah Khadijah semasa hidupnya. Mengapa penting bagi kita untuk mengenal wanita – wanita mulia Rasulullah. Harapannya ini akan menjadikan motivasi, peningkatan akhlak sampai menjadikan kita kelak mencintai Rasulullah. Panutan umat muslim. Sayyidah Khadijah binti Khuwailid lahir di tengah keluarga yang dihormati di Makkah. Keluarga khadijah oleh Allah diberikan kekayaan dan kebijaksanaan di suku Quraisy sehingga disegani. Kakeknya memiliki amanah men...